Wednesday, March 22, 2017

Online Pajak, Startup Buatan Pengusaha Perancis untuk Memudahkan Proses Pembayaran Pajak

charles guinot founder of onlinepajak/pict by dealstreetasia
Mediarga.com - Pengusaha asal Perancis Charles Guinot datang ke Indonesia dan membuat perusahaan di bidang ekspor impor. Namun setelah beberapa lama tinggal di tanah air, Guinot menemukan sebuah permasalahan yang menurutnya menarik untuk diselesaikan, yaitu soal pajak.

“Proses pembayaran dan pelaporan pajak di Indonesia masih sangat merepotkan. Hal ini sangat berbeda dengan di Perancis, di mana kamu bisa melakukan pembayaran pajak dengan mudah lewat platform online yang disiapkan kantor pajak,” tutur Guinot kepada Tech in Asia Indonesia.

Fenomena tersebut kemudian mendorong Guinot untuk mendirikan OnlinePajak pada bulan Juni 2014. OnlinePajak merupakan sebuah platform online yang bisa memudahkan kamu menghitung nominal pajak yang harus kamu bayar, melakukan pembayaran pajak, hingga melaporkan setiap pembayaran yang telah kamu lakukan.
(Baca juga: Begini Cara Kerja dari dan Bahaya Virus Ransomware)
Secara fungsi, OnlinePajak tidak ubahnya dengan platform online milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Kedua platform tersebut pun sama-sama bisa digunakan secara gratis. “Kelebihan kami adalah cara penggunaan yang lebih mudah karena kamu bisa melakukan segala hal dalam sebuah platform, serta adanya tambahan fitur perhitungan pajak,” jelas Guinot.

Saat ini, kamu telah bisa menggunakan OnlinePajak untuk melakukan perhitungan beberapa jenis pajak, seperti Pajak Penghasilan (PPh) 21, PPh 23, hingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Selain itu, kamu pun bisa langsung membuat e-Faktur dan SPT dengan hanya menekan sebuah tombol.

Telah Terhubung Langsung dengan server DJP

 
Untuk memudahkan pengguna mereka membayar dan melaporkan pajak, OnlinePajak pun telah terkoneksi dengan sistem e-Billing dan e-Filing milik kantor pajak. OnlinePajak sendiri telah resmi menjadi aplikasi mitra DJP.

“Kami mempunyai dua buah server yang masing-masing telah terkoneksi dengan server e-Billing dan e-Filing di DJP,” jelas Guinot.

Layanan OnlinePajak bisa digunakan oleh pengguna yang berasal dari perusahaan atau individu. Khusus untuk pengguna individu yang ingin melaporkan SPT Tahunan Pribadi, mereka tetap harus datang ke kantor pajak untuk mendapatkan Electronic Filing Identification Number (EFIN). Setelah memasukkan EFIN tersebut di platform OnlinePajak, barulah pelaporan bisa dilakukan.

“Kami sadar kalau keharusan datang ke kantor pajak untuk mendapatkan EFIN cukup menyulitkan masyarakat. Oleh karena itu kami pun terus berkomunikasi dengan DJP agar proses tersebut bisa dihilangkan, sembari tetap menjaga kerahasiaan data pengguna,” tutur Guinot.

Hingga saat ini, OnlinePajak telah mempunyai sekitar 200.000 pengguna aktif dan bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar seperti Telkomsel, Tokopedia, GO-JEK, Kawan Lama Group, PT Astra Otoparts Tbk, dan Huawei Tech Investment.

Pada akhir tahun 2016 yang lalu, OnlinePajak mengklaim kalau mereka berhasil memfasilitasi pembayaran pajak sebesar Rp2,7 triliun. Di tahun ini, mereka menargetkan untuk bisa meningkatkan nominal tersebut ke angka Rp15 triliun. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan untuk mendapat penerimaan pajak sekitar Rp1.500 triliun pada tahun 2017. (source: techinasia)

(wb)
Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

0 comments:

Post a Comment

Sudah siap punya toko online sendiri?

Back to top